Login Peserta KRI 2016

Forgot your password? Reset

Signup for free

Use Facebook or an email

or
By signing up you agree to the Terms & Conditions and Privacy & Policy

Reset password

Enter email to reset password

Already have account? Login
Don't have account? Signup
×

Tentang Kontes Robot Indonesia 2016

Sejarah Singkat Kontes Robot Indonesia

Kontes Robot Indonesia memiliki perjalanan yang sangat panjang, bahkan sejak sebelum kontes pertama dilaksanakan. Tulisan ini berisi uraian sejarah cikal bakal lahirnya Kontes Robot Indonesia, hingga perkembangan terkini yang dapat tercatat.

Cikal Bakal Kontes Robot Indonesia

Perjalanan menuju lahirnya Kontes Robot Indonesia tidak terlepas dari World Micromouse Competition yang sangat populer pada tahun 1980-an. Kompetisi internasional yang diselenggarakan di berbagai negara, seperti Jepang, Amerika Serikat dan Inggris ini menjadi populer sejak diperkenalkan pada IEEE Spectrum Magazine tahun 1977.

Pada tahun 1990, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), yang kala itu bernama Politeknik Elektronika dan Telekomunikasi (PET) ITS, membuat Robot Micro Mouse pertama di Indonesia yang diberi nama RMM v.Z80A. Robot tersebut ditampilkan pada PIMNAS 1991 di Malang.

Kerja keras dan semangat tinggi dalam berkarya mengembangkan Robot Micro Mouse ini terlihat oleh expert-expert Jepang yang saat itu sedang bertugas di PET-ITS. Pada tahun 1991, Prof Matsumoto dan Makino-sensei (team leader JICA saat itu) menyampaikan undangan dari NHK (Nippon Hooso Kyokai) untuk berlaga di NHK Robocon 1991 dengan tema yang sangat menantang, yang berbeda dengan Robot Micro Mouse. Tema NHK Robocon 1991 adalah Hot Tower. Dua tim robot saling berhadapan, bertugas mengambil kotak karton berukuran paket pos Jepang, kemudian ditumpuk dalam tumpukan menyerupai setengah piramida. Sistem pertandingannya membuat strategi bertanding lebih utama dari sekedar membuat robot canggih.

Robot BIMA-X1 yang dibawa tim PET-ITS pada NHK Robocon 1991 berhasil memukau penonton. Robot yang pada awalnya tiarap, dapat menjadi tinggi sekali ketika menarik pantograf-nya. Sistem pantograf yang menjadi ciri khas Robot BIMA-X1, yang tidak dimiliki tim lain, membuat tim PET-ITS memperoleh The Best Idea Award.
Tahun berikutnya, PES-ITS (PET-ITS berganti nama menjadi PES-ITS) kembali diundang untuk mengikuti NHK Robocon 1992 yang bertema Mystery Circle. Tim PES-ITS mengirimkan Robot CARAKA-XH, dan berhasil meraih posisi 2nd Runner Up.
Capaian CARAKA-XH, satu-satunya robot dari luar Jepang yang bertanding pada NHK Robocon 1992, berdampak besar bagi masyarakat Jepang. Bila tim PES-ITS sampai memboyong piala bergilir ke Indonesia dapat menjadi mimpi buruk, mengingat NHK Robocon adalah kontes robot untuk kalangan Jepang saja.

Peristiwa ini menyebabkan NHK merancang ulang seluruh kegiatan Robocon yang memiliki hak khusus siar-nya di seantero Jepang. NHK merancang acara baru yang sifatnya internasional.

Pada tahun berikutnya (1993), meski NHK Robocon masih digelar, tetapi PES-ITS tidak lagi diundang. Saat itu NHK masih menggodok rancangan Robocon Internasional untuk tingkat Universitas. Hal ini mendorong PES-ITS menggelar sendiri Robocon di tanah air dengan tema persis seperti di Jepang. Inilah cikal bakal Indonesia Robot Contest (IRC) atau Kontes Robot Indonesia (KRI).

IRC 1993, Kontes Robot Indonesia Yang Pertama

Tahun 1993 PES-ITS berinisiatif mengadakan Indonesian Robot Contest (IRC 1993) dengan mengadopsi peraturan NHK Robocon 1993 seutuhnya. Kegiatan ini adalah KRI yang pertama. IRC 1993 yang bertempat di Lapangan Merah PENS diikuti oleh 7 tim peserta dari Politeknik UI, Politeknik ITB, Undip dan PES-ITS.

Tema NHK Robocon 1993 yang juga menjadi tema IRC 1993 adalah Step Dancer. Tantangannya adalah bagaimana melewati tangga naik turun 3 step setinggi 80 cm sebelum berhadap-hadapan dengan lawan dan saling menyerang, mendorong bola volley dan memasukkannya ke daerah lawan.

Sukses penyelenggaraan IRC 1993 atau KRI Pertama makin meyakinkan pihak NHK untuk mengundang PENS (PES-ITS telah berubah nama menjadi PENS-ITS) ikut bertanding pada University Level NHK Robocon 1995 yang diikuti perguruan-perguruan tinggi terkenal di Jepang ditambah beberapa peserta internasional. Tim PENS dengan robot TRADA yang bertanding pada NHK Robocon 1995 dengan tema Techno Rugger ini mendapat penghargaan Best Spirit.
Tahun 1997 PENS kembali ikut serta pada International NHK Robocon 1997 di Osaka. PENS mengirim Robot Cendrawasih. Demikian juga tahun 1999 PENS diundang pada International NHK Robocon 1999 di Tokyo dengan tema Robo Soccer. PENS mengirimkan Robot Garuda.

Selanjutnya NHK mengundang Indonesia untuk berpartisipasi pada International NHK Robocon 2000 di Fukushima, dengan tema Snow Fighter. Untuk menentukan wakil Indonesia yang akan bertanding pada Robocon 2000, PENS berinisiatif mengadakan IRC-2 atau KRI-2 pada tahun 1999, dengan bertempat di Graha Sepuluh Nopember ITS. KRI-2 diikuti tim peserta dari PPNS, PENS, STTS, Ubaya, UWM, Polban. Tim Robot Millenium dan Edelweiss yang menjadi juara 1 dan 2 menuju NHK Robocon 2000 di Fukushima. Robot Millenium mendapat penghargaan Fukushima Prefecture Award.

Pada tahun 2000 dilaksanakan IRC-3 atau KRI-3 dengan tema Cubic Bingo. Sebagai penyelenggara adalah PENS, bertempat di Graha Sepuluh Nopember ITS. Tim B-Cak dari PENS sebagai pemenang melaju ke International NHK Robocon 2001 dan memperoleh juara pertama (Grand Prix). Kemenangan ini menjadi tonggak sejarah kebangkitan minat mahasiswa teknik Indonesia di bidang robotika.

Tahun 2002 NHK Robocon berakhir dan berubah menjadi ABU Robocon Pertama. 1st ABU Robocon 2002 diselenggarakan di Tokyo Jepang dengan tema Reach For The Top of Mt. Fuji. Wakil Indonesia yang bertanding pada ABU Robocon 2002 diseleksi pada KRI-4. Tim Robot ELLITE dari PENS sebagai pemenang KRI-4 berangkat untuk bertanding di ABU Robocon 2002 dan memperoleh Special Commendation Award.

Menjadi Kontes Robot Nasional Resmi

Pada tahun 2003, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, mulai mendanai Kontes Robot Indonesia. Pelaksanaan KRI-5 tahun 2003 dipindahkan ke Universitas Indonesia Jakarta, untuk dapat menjaring lebih banyak peserta. Hasilnya jumlah peserta bertambah terus, baik jumlah perguruan tinggi maupun tim peserta yang ikut berpartisipasi. Dari 16 perguruan tinggi yang mendaftar pada tahun 2002, bertambah menjadi 34 perguruan tinggi pada tahun 2003. Jumlah ini terus meningkat secara signikan pada tahun-tahun berikutnya.

KRCI, Kontes Robot Cerdas Indonesia

Tonggak sejarah berikutnya adalah pada tahun 2004 ketika pertama kalinya diselenggarakan divisi selain KRI yang mengacu ke Robocon, yaitu Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI). Tema yang diusung adalah Robot Cerdas Pemadam Api. Kontes ini mempertandingkan dua kategori, yaitu Robot Pemadam Api Beroda dan Robot Pemadam Api Berkaki. Pada KRCI ini robot secara cerdas dan mandiri mencari dan memadamkan api lilin yang berada dalam salah satu ruangan dari empat ruangan di arena yang mensimulasikan ruangan gedung. Ukuran arena 248 cm x 248 cm. Robot yang tercepat menyelesaikan misinya, yaitu memadamkan api, dinyatakan sebagai pemenang. Perbedaan antara Kategori Beroda dan Berkaki terletak pada sistem geraknya. Kategori Beroda menggunakan roda, sementara Kategori Berkaki menggunakan kaki. Aturan KRCI mengadopsi aturan Kontes Robot Internasional dari Trinity College International Robot Contest TCIRC.

Pada tahun berikutnya, 2005 dan 2006 diselenggarakan KRCI kedua dan ketiga dimana terdapat satu kategori baru yaitu Expert Single. Pada kategori ini tugas robot lebih sulit lagi dibandingkan dengan KRCI Beroda dan Berkaki, yaitu selain memadamkan api, robot juga harus dapat mendeteksi keberadaan bayi. Ukuran lapangan kategori Expert ini lebih besar dan memiliki 2 tingkat.

Tahun 2007 dan 2008 diselenggarakan KRCI keempat dan kelima dimana terdapat tambahan satu kategori baru lagi, yaitu Expert Swarm. Pada kategori ini misi robot seperti pada Expert Single harus diselesaikan oleh dua robot dengan cara bekerja sama.

Tahun 2009 diselenggarakan KRCI keenam dimana terdapat tambahan satu kategori baru lagi, yaitu Pemadam Api dan Penyelematan Bayi. Pada kategori ini dua robot bekerja sama dalam memadamkan api dan menyelamatkan bayi.

Selanjutnya pada tahun 2010 diselenggarakan KRCI ketujuh dimana terdapat perubahan tema pada kategori Battle menjadi Battle Pemain Bola. Pada kategori ini terdapat dua robot yang bekerja sama dalam memasukkan bola ke dalam suatu wadah.

Tahun 2011 dan 2012, yaitu pada KRCI kedelapan dan kesembilan, kategori Battle Pemain Bola bertransformasi dari robot beroda menjadi robot humanoid dengan nama Liga Sepak Bola Robot Humanoid (Robo Soccer Humanoid League).

Kontes Robot Tingkat Regional dan Tingkat Nasional

Karena jumlah peserta yang terus bertambah banyak dari tahun ke tahun, maka mulai tahun 2008 pelaksanaan KRI/KRCI ini dipecah menjadi dua tahap, yaitu Kontes Tingkat Regional dan Kontes Tingkat Nasional. Tim terbaik pada Kontes Tingkat Regional diundang untuk mengikuti Kontes Tingkat Nasional.

Kontes Tingkat Regional 2008 diselenggarakan di 4 (empat) Regional, yaitu:??1. Kontes Tingkat Regional 1, meliputi area Sumatera dan sekitarnya.??2. Kontes Tingkat Regional 2, meliputi area DKI Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya.??3. Kontes Tingkat Regional 3, meliputi area Jawa Tengah dan Yogyakarta dan sekitarnya.??4. Kontes Tingkat Regional 4, meliputi area Jawa-Timur, Kalimantan dan Indonesia Timur.

Dalam dua tahun, yaitu 2010, dengan bertambah banyaknya partisipasi dari perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur, jumlah tempat pelaksanaan Kontes Tingkat Regional ditambah menjadi 5 (lima) dengan pembagian wilayah untuk setiap regional:
?1. Kontes Tingkat Regional 1, meliputi area Sumatera dan sekitarnya.?
2. Kontes Tingkat Regional 2, meliputi area DKI Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya.?
3. Kontes Tingkat Regional 3, meliputi area Jawa Tengah dan Yogyakarta dan sekitarnya.?
4. Kontes Tingkat Regional 4, meliputi area Jawa Timur dan sekitarnya.
?5. Kontes Tingkat Regional 5, meliputi area Kalimantan dan Indonesia Timur.

KRSI dan KRSBI, Divisi Baru Yang Semakin Menantang

Pada tahun 2009, ditambah kategori baru yaitu Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) yang  mempertandingkan Robot Penari tari traditional budaya Indonesia. Saat itu KRSI tidak dipertandingan di Kontes Regional, tetapi langsung dipertandingkan di Tingkat Nasional. Tema KRSI pertama tahun 2009 adalah Robot Penari Jaipong.

Pada tahun berikutnya 2010, dilaksanakan KRSI kedua dengan tema Robot Penari Pendet. Tahun-tahun selanjutnya, tema KRSI adalah: KRSI 2011 Robot Penari Klono Topeng, KRSI 2012 Robot Penari Piring, KRSI 2013 Robot Penari Anoman Duta.

Pada KRSI keenam tahun 2014, kontes yang mengusung tema Robot Penari Legong Keraton menampilkan dua robot humanoid yang berkolaborasi menari bersama. Kolaborasi dua robot humanoid ini diteruskan pada KRSI 2015 dengan tema Robot Penari Bambangan Cakil, dan KRSI 2016 dengan tema Robot Penari Topeng Betawi.

Pada tahun 2013, dengan semakin banyaknya tim peserta yang berminat dengan KRCI kategori RSHL, maka kategori tersebut dipisahkan untuk berdiri sendiri dengan nama Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), dengan tema “Liga Sepakbola Robot Humanoid”. Aturan KRSBI mengacu kepada RoboCup Soccer Humanoid League Rules robot Kidsize. Dan sejak tahun 2013 mulai diadakan simposium “Indonesian Symposium on Robot Soccer Competition (ISRSC) 2013 yang pertama. Pada simposium ini seluruh peserta KRSBI diwajibkan menyampaikan makalah yang berkaitan dengan desain dan rancang bangun robot dibuat oleh setiap tim. Simposium ini diharapkan menjadi ajang fasilitasi untuk penyebarluasan informasi tentang rancang bangun robot, serta pengembangan algoritma dan pemrograman pada robot yang digunakan. Tahun 2016 diperkenalkan kategori baru dalam KRSBI, yaitu Ekshibisi Sepak Bola Beroda (ERSB).

Kontes Robot Indonesia, Sebagai Nama Resmi Seluruh Kegiatan Kontes

Sejak tahun 2013, seluruh ajang kompetisi robot ini digabungkan dan diberi nama Kontes Robot Indonesia (KRI) yang terdiri dari 4 (empat) Kategori :
?1. Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI)?
2. Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Divisi Robot Beroda dan Divisi Robot Berkaki?
3. Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI)?
4. Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI)

?Tahun 2015, Indonesia mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah pelaksana Kontes robot Internasional Asian Broadcasting Union (ABU) ROBOCON 2015. Indonesia diwakili oleh Televisi Republik Indonesia sebagai anggota ABU. Kontes dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Yogyakarta tanggal 21-24 Agustus 2015, dengan Tema “Robominton: Badminton Robo Games”. Dengan pelaksanaan kontes robot Internasional ini, kembali Indonesia memantapkan posisi di mata dunia tentang kemampuan rekayasa di bidang robotika.

Tahun 2016, setelah adanya perubahan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada Kementerian Pendidikan Nasional menjadi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, ajang Kontes Robot Indonesia ini terus diadakan. Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengkoordinasikan Kontes Robot Indonesia (KRI) sebagai ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika, yang dalam pelaksanaan nya Kontes Robot Indonesia (KRI) terdiri dari 4 (empat) divisi, yaitu
?1. Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI),
2. Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) kategori Beroda dan Berkaki
3. Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI)
4. Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), kategori Robot Humanoid dan Robot Beroda.

 

Tujuan Kontes Robot Indonesia

1. Menumbuh-kembangkan dan meningkatkan kreatifitas mahasiswa di Perguruan Tinggi
2. Mengaplikasikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ke dalam dunia desain dan aplikasi nyata.
3. Meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam pengembangan bidang teknologi robotika
4. Membudayakan iklim kompetitif yang positif dilingkungan perguruan tinggi.
5. Meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap seni budaya bangsa.
6. Meningkatkan pengetahuan aplikasi sensor dan teknik kendali yang mutakhir.
7. Menentukan tim terbaik dari tiga wilayah untuk mengikuti kontes robot tingkat nasional.
8. Menentukan duta bangsa untuk mewakili Indonesia dalam kontes tingkat Internasional.

 

Tema KRI 2016:

Tema untuk setiap kategori Kontes telah ditentukan panitia Pusat sebagai berikut : Tema untuk Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2016  adalah

“EFISIENSI ENERGI TERBARUKAN”

Tema ini diselaraskan dengan tema yang telah ditentukan oleh ABU Robocon  2016 yaitu

“Clean Energy Recharging The World”

Tema untuk Kontes Robot Pemadam Api  Indonesia  (KRPAI)  2016, untuk kategori  robot beroda maupun robot berkaki  adalah

“ROBOT CERDAS SAR PEMADAM API”

Tema ini sesuai dengan tema yang telah ditentukan Trinity College, Hartford–Connecticut- USA yaitu

“Smart Fire Fighting Robot”

Tema untuk Kontes Robot Seni Tari  Indonesia (KRSTI) 2016 adalah

“Robot Penari Topeng Betawi”

Tema untuk Kontes Robot Sepak Bola  Indonesia (KRSBI) 2016 adalah

“LIGA SEPAKBOLA ROBOT HUMANOID”

Tema ini diselaraskan dengan tema tahun lalu dari Internasional RoboCup 2015 yaitu

“RoboSoccer Humanoid Leaque - Kid size”